Negara G20 Optimistis “Bali Guidelines” Berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi Global dan Penciptaan Lapangan Kerja

Labuan Bajo, 11 Mei 2022 – Delegasi G20 yang hadir secara daring pada “The 1st Tourism Working Group 2022” sependapat bahwa penyusunan “Bali Guidelines” akan memberikan kontribusi dalam pemulihan ekonomi global yang berpusat pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

Penyusunan “Bali Guideline” sendiri menjadi salah satu outcome document dari pelaksanaan Tourism Working Group.

“Selama dua hari terakhir, kami telah berkumpul untuk mempertimbangkan bagaimana upaya dalam mendorong pemulihan pariwisata dan membuat pariwisata lebih inklusif dan tangguh melalui pedoman Bali dan lima garis tindakannya,” kata Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh, di Sudamala Resort, Labuan Bajo, NTT, Rabu (11/5/2022) malam.

Negara anggota G20 telah menyampaikan pendapat hingga best practice yang mereka lakukan dalam menghadapi isu yang terdapat dalam Bali Guideline, untuk nantinya dibahas kembali dalam Tourism Working Group Meeting yang kedua dan akan disepakati bersama pada Tourism Ministerial Meeting.

“Saya berharap dapat menyambut para delegasi G20 secara langsung di Bali pada 23 September 2022 dalam pertemuan kedua Tourism Working Group, yang akan segera diikuti oleh Tourism Ministerial Meeting pada tanggal 26 September 2022 dan perayaan World Tourism Day yang jatuh pada tanggal 27 September 2022,” ujar Frans.

Para delegasi sangat mendukung “Bali Guidline” yang berpusat pada kesejahteraan masyarakat lokal serta pelaku ekonomi kreatif. “Kami akan memastikan bahwa pariwisata dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik. Termasuk dengan memperluas peluang pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan, mengubah cara pelatihan kami di bidang pariwisata,” ujar Frans Teguh.

“The 1st Tourism Working Group” juga mendapat apresiasi dan respons yang positif dari para delegasi G20, negara tamu dan juga organisasi internasional.

“Atas nama tim kepresidenan Indonesia, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada semua delegasi dari negara-negara anggota G20 serta organisasi internasional karena telah memuaskan kami dengan kehadiran virtual dan kontribusi penting anda selama pertemuan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, para delegasi G20 menyampaikan pendapat soal lima line of action yang menjadi fokus utama dalam forum “The 1st Tourism Working Group”.

Diantaranya, isu human capital yang berkenaan dengan pekerjaan, skills, entrepreneurship, dan edukasi. Delegasi G20 sepakat agar meningkatkan pelatihan reskilling dan upskilling yang berkelanjutan.

Selanjutnya, pada line of action yang kedua, yaitu inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Fokus pada pembahasan ini adalah delegasi akan memperkuat digitalisasi pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Line of action yang ketiga yaitu women and youth empowerment. Fokus delegasi G20 pada isu ini adalah kesetaraan gender yang lebih baik dalam hal kompensasi dan representasi perempuan dalam peran kepemimpinan. Serta menekankan pentingnya program pelatihan untuk mendukung pengusaha muda di bidang pariwisata.

Pada line of action yang keempat , yaitu climate action, biodiversity conservations, dan circular economy, delegasi G20 berkomitmen untuk membuat pariwisata global yang berkelanjutan.

Sedangkan, line of action yang kelima, yakni kerangka kebijakan, tata kelola, dan investasi, bahwa fokus delegasi G20 yaitu menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan bahwa investasi dalam pariwisata adalah investasi inklusif yang bermanfaat pada masyarakat.

“Kami telah mencatat semua yang poin dalam forum ini. Masukan serta intervensi para panelis sangat bermanfaat dalam penyempurnaan Bali Guideline. Setelah ini kami akan membagikan conclusion tersebut kepada semua delegasi,” tutup Frans.

Dalam kesempatan itu, Frans Teguh juga mengundang para delegasi ke acara berbagai side event G20, yaitu Asian Venture Philanthropy Network Conference pada 21-24 Juni 2022 di Bali, International Wellness Tourism Conference and Festival pada 5-7 Agustus 2022 di Solo, dan World Conference on Creative Economy pada 5-7 Oktober 2022 di Bali.

[FIND OUT THE MAIN ISSUES IN EDM-CSWG DISCUSSION]

The first meeting of the Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG) will be held on 21 – 24 March 2022 in Yogyakarta.

It’s time for us to find out the main issues from the EDM-CSWG discussion and the mission that will be raised by the Indonesian G20 Presidency in discussing the objectives of environmental protection and climate change control.

Watch the full video of recap-issues in EDM-CSWG here:

Kemnaker Mulai Pertemuan Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20

Jakarta, 7 Maret 2022 – Indonesia selaku Presidensi G20 tahun 2022 akan mulai melangsungkan pertemuan pertama Kelompok Kerja bidang Ketenagakerjaan (The 1st Employment Working Group/EWG). Pertemuan yang berlangsung mulai 8 s.d 10 Maret 2022 ini akan dilaksanakan melalui virtual meeting.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Forum G20 bidang ketenagakerjaan, pihaknya mengusung tema utama Improving the Employment Condition to Recover Together (Meningkatkan Kondisi Kerja untuk Pulih Bersama). Tema utama tersebut kemudian diturunkan menjadi 4 isu prioritas yang akan dibahas dalam forum EWG.

Dalam pertemuan pertama EWG akan dibahas dua isu prioritas. Pertama, Inclusive Labour Market and Affirmative Decent Jobs for Persons with Disabilities (Pasar Tenaga Kerja Inklusif dan Pekerjaan yang Layak untuk Penyandang Disabilitas).

“Isu tentang pasar tenaga kerja inklusif dan pekerjaan yang layak bagi penyandang disabilitas ini kita kedepankan, karena isu ini sangat mendesak untuk segera kita tangani bersama, terlebih setelah kita memasuki masa pandemi COVID-19,” kata Menaker Ida melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Senin (7/3/2022).

Isu prioritas kedua yang akan dibahas adalah human capacity development for sustainable growth of productivity (pengembangan kapasitas SDM untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan). “Melalui isu kedua ini, kami akan mendorong dan merumuskan kebijakan bersama yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat luas/komunitas, dalam mengembangkan SDM melalui pelatihan, khususnya di wilayah ekonomi pedesaan,” ujarnya.

Menaker menjelaskan, untuk menyukseskan pembahasan 2 isu prioritas tersebut, pelaksanaan pertemuan pertama EWG akan terdiri dari 9 sesi pertemuan yang seluruhnya dilaksanakan secara virtual. Selain melibatkan anggota G20, forum EWG juga akan menghadirkan sejumlah negara tamu, Engagement Group, serta lembaga-lembaga internasional seperti ILO dan OECD.

“Kami berharap dengan adanya partisipasi berbagai negara dan lembaga-lembaga internasional ini dapat mendukung isu-isu yang diusung Indonesia, serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia dan dunia,” kata Menaker.

Let’s Join C20 movement for G20 Indonesia 2022!

Civil20 (C20) is a forum for Civil Society Organizations around the world to bring people’s voices and agendas to the G20 Leaders. We will organize, consolidate, and stand up for the sustainability of our planet, social equity, and economic justice.

Kicking off the first movement of C20 Indonesia, we invite you to join our movement in C20 for G20 Indonesia 2022 by joining our Kick-Off Ceremony Meeting at tinyurl.com/Registration-C20.

The C20 Kick-Off Meeting will be held on 7-8 March 2022 and Side Events on 8-9 March 2022.

7 March 2022
C20 Kick Off Ceremony – 14.00 – 17.00 WIB (+7 GMT) / 15.00 – 18.00 WITA

8 March 2022
Side Event – 08.00 – 11.00 WIB (+7 GMT) / 09.00 – 12.00 WITA
Press Conference – 12.00 – 13.30 WIB (+7 GMT) / 13.00 – 14.30 WITA
Plenary Session – 14.00 – 14.30 WIB (+7 GMT) / 15.00 – 15.30 WITA
Break Out Session and Closing – 14.30 – 16.00 WIB (+7 GMT) / 15.30 – 17.00 WITA

9 March 2022
Side Events – 08.00 – 11.00 WIB (+7 GMT) / 09.00 – 12.00 WITA

Keep updated about the C20 movement by following our Instagram @civilsociety20 and Twitter @C20EG.

Announcement for the 1st Meeting of Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG)

Dear All G20 2022 Members and Invitees

We welcome you to Yogyakarta.

In the city with rich of history, culture and modernity, there will be held The First Meeting of Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG) in Yogyakarta on 21st – 24th March 2022 at Tentrem Hotel.

The EDM-CSWG upcoming meeting will discuss three priority issues, and they are:

  1. Supporting more sustainable recovery;
  2. Enhancing land-and-sea based actions to support environment and climate objectives; and
  3. Enhancing resource mobilization to support environment protection and climate objectives

To strengthen ties/collective cooperation, the day after the meeting we invite you to join excursion. The excursion will take in several places: Borobudur Temple, The Yogyakarta Palace, Giriloyo Batik Village, Prambanan Temple, and enjoy the Ramayana Ballet.

We are looking forward to your arrival and participation throughout the 1st EDM-CSWG processes to achieve our collective vision, Recover Together, Recover Stronger.  Sincerely, the Indonesian EDM-CSWG Secretariat.

Watch the full invitation video here:

Menkeu Tekankan Pentingnya Penanganan Luka Ekonomi Akibat Pandemi dalam Pembukaan FMCBG G20 Pertama

Finance Minister Sri Mulyani Indrawati (third front left), Bank Indonesia Governor Perry Warjiyo (third front right), Australian Finance Minister Josh Frydenberg (second front left), United Arab Emirates Finance Minister Mohamed Bin Hadi Al Hussaini (front left), Senior Deputy The Governor of the Central Bank of Italy Luigi Federico Signorini (second right), the Chair of the Financial Stability Board Klaas Knot (front right) and the heads of delegations from the Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG). Group photo session at the Jakarta Convention Center, Jakarta, Thursday (17/2/2022). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Jakarta, 17 Februari 2022 – Mengawali rangkaian kegiatan Indonesia sebagai Presidensi G20, hari ini, Kamis (17/02), telah berlangsung pertemuan pertama Menteri keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) meeting, yang akan berlangsung hingga 18 Februari 2022 mendatang. Pertemuan pertama ini dibuka oleh sambutan dari Presiden Indonesia Joko Widodo, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang turut hadir dan menyambut para delegasi secara virtual.


Untuk menandai dimulainya rangkaian pertemuan seluruh Menteri Keuangan negara anggota G20, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani memaparkan bagaimana kondisi perekonomian global terus meningkat sejak pertemuan FMCBG tahun lalu, meskipun masih ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi.


“Indonesia memegang masa Presidensi G20 pada momentum yang sangat menantang. Di tahun ini, penanganan dampak ekonomi dan finansial dari pandemi, serta akses vaksin yang belum merata masih menjadi prioritas utama. Meskipun demikian, terdapat risiko dari sisi pengaturan kebijakan makro-fiskal salah satunya yaitu kebijakan khusus di masa pandemi yang tidak dapat terus menerus diterapkan di tengah ruang fiskal yang lebih terbatas,” ujar Sri Mulyani.


Lebih lanjut, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa untuk mencapai pemulihan yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan pertumbuhan inklusif, penting mengatasi masalah atas luka ekonomi (scarring effect) yang berkepanjangan.


Sebagai salah satu fokus dari G20, Menteri Keuangan juga menyoroti pentingnya isu perubahan iklim yang menjadi ancaman yang lebih besar dari pandemi.


“Masa pandemi merupakan peringatan yang cukup keras kepada kita semua akan betapa rentannya ekonomi global terhadap kejutan-kejutan non tradisional. Dalam hal ini, kita harus mengingat bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar dari pandemi. Disinilah peran G20 dibutuhkan dalam memerangi perubahan iklim. Bukan hanya dalam penurunan emisi karbon, tetapi juga menemukan skema untuk meningkatkan dan mengarahkan lebih banyak pembiayaan dan investasi pada teknologi berkelanjutan yang memfasilitasi aksi iklim.” pungkas Sri Mulyani.


Selanjutnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam sambutannya menekankan bahwa di tengah tantangan yang dihadapi, peran dan kepemimpinan G20 menjadi lebih penting dari sebelumnya, baik dalam mengatasi akar permasalahan, seperti memastikan kecukupan produksi dan distribusi vaksin Covid-19, maupun dalam mengatasi berbagai isu strategis pada tataran global untuk mendorong pemulihan ekonomi.


Sejalan dengan Tema Presidensi G20 Indonesia ‘recover together, recover stronger, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengajak seluruh negara anggota untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam meraih pemulihan global. Ia menyampaikan bahwa pertemuan FMCBG akan menciptakan sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk menyelesaikan masalah bersama guna mempercepat transformasi digital, menciptakan ekonomi baru, dan mendukung UKM.


Di tengah kondisi peningkatan kasus baru COVID-19, penyelenggaraan acara Pertemuan Pertama Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) yang dilaksanakan pada 17 dan 18 Februari 2022 dilakukan secara hybrid (fisik dan virtual), dan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk pertemuan fisik.

Menparekraf: Negara G20 Harus Bersinergi Kuat Rancang Rencana Pemulihan
Parekraf

Jakarta, 14 Februari 2022 – Negara-negara G20 harus dapat bersinergi dengan kuat dan
bergerak selaras menyusun rencana kebangkitan ekonomi yang ditopang sektor pariwisata
dan ekonomi kreatif dengan memaksimalkan peluang dan tantangan di tengah pandemi
maupun pascapandemi dengan penuh kehati-kehatian. Sehingga kebangkitan ekonomi
dapat terwujud dengan semakin terbukanya lapangan kerja pada sektor pariwisata.

Sebagai salah satu langkah dalam mewujudkan hal tersebut, Menteri Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno
secara resmi meluncurkan “Tourism Working Group G20” yang diharapkan dapat
menghasilkan satu program konkret berdasarkan best practice dan dapat dikerjasamakan
antarnegara anggota G20.

Kelompok kerja bidang pariwisata merupakan salah satu kelompok kerja yang berada di
bawah sherpa track (membahas isu ekonomi non-keuangan, termasuk pariwisata) dan
diampu oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selaku ketua dari kelompok kerja
tersebut. Rangkaian pertemuan Kelompok Kerja Pariwisata tersebut meliputi Tourism
Working Group (TWG) tingkat pejabat eselon 1 pada 10-11 Mei 2022 di Labuan Bajo secara
hybrid.

Pertemuan TWG kedua pada 23 September 2022 akan digelari di Bali secara luring.
Kemudian dilanjutkan Tourism Minister meeting (TMM) pada 26 September 2022 di Bali.
Kemudian ada pula rangkaian kegiatan side event berupa konferensi, seminar, forum global,
dan pameran.

“Dengan menganut semangat ‘Recover Together, Recover Stronger’, G20 perlu mendukung
peran penting sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memperkuat kepemimpinan
global yang kolektif melalui pariwisata dan harus memastikan tidak ada satupun yang
ditinggalkan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat “Kick-off Tourism Working Group
(TWG) G20 Tahun 2022″ secara daring, Senin (14/2/2022).

Tourism Working Group G20 Presidensi Indonesia berfokus pada upaya memajukan
pemulihan sektor pariwisata pascakrisis COVID-19 dengan mempromosikan ketahanan
pariwisata.

Seperti diketahui, pandemi global telah menciptakan tantangan bagi sektor pariwisata.
Jumlah wisatawan mancanegara pada 2020 mengalami penurunan sebesar 1 miliar orang
dari tahun sebelumnya atau terjadi penurunan sekitar 74 persen.

Sementara di tingkat nasional, dampak pandemi terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif
juga luar biasa besar. Terjadi penurunan signifikan jumlah wisatawan asing sebesar 75
persen dan wisatawan domestik sekitar 30 persen. Akibatnya, mata pencaharian
masyarakat terganggu dimana terdapat 34 juta masyarakat yang menggantungkan
pekerjaan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Working Group yang tersusun telah mengidentifikasi isu utama yaitu penguatan
masyarakat sebagai agen perubahan untuk transformasi pariwisata. Oleh karena itu,
working group ini akan memfokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui
pengembangan lebih lanjut untuk UMKM dan Community Based Tourism seperti desa
wisata, desa kreatif, dan program-program yang berkeadilan,” kata Sandiaga.

Sandiaga berharap, dengan tema tersebut, para menteri pariwisata G20 ditunjang
dukungan UNWTO dan mitra terkait, akan menyepakati pedoman penguatan komunitas dan
UMKM sebagai agen transformasi pariwisata, pemulihan yang berpusat pada rakyat.

“Melalui tourism working group ini kami harapkan dapat menghasilkan satu program yang
konkret berdasarkan best practice, dan Indonesia sudah dianggap telah menjalankan best
practice dalam menangani COVID-19 dan ini sudah sesuai dengan arahan Presiden
Jokowi,” kata Sandiaga.

Tahun ini Kemenparekraf berencana melaksanakan back-to-back kegiatan Tourism
Ministerial Meeting (TMM) G20 dengan kegiatan World Tourism Day 2022. Sehingga sinergi
yang kuat di internal Kemenparekraf, termasuk sinergi bersama kementerian/lembaga
adalah mutlak untuk memperjuangkan kepentingan nasional.

Menparekraf menegaskan peran penting Kemenparekraf yang harus menjadi Consensus
Builder. Ide-ide/outcome document yang diterima seluruh negara anggota G20 nantinya
harus merujuk pada tiga pilar arahan Presiden, yakni kesehatan yang inklusif, transformasi
digital, dan transisi energi.

“Akhirnya, kami percaya bahwa 2022 adalah tahun kebangkitan, tahun yang luar biasa,
tahun kepulihan yang akan membuka lapangan kerja luas yang akan menuju Indonesia
Emas. Pariwisata akan jadi lokomotif,” kata Sandiaga.

“Saya mengajak seluruh stakeholders, untuk berlomba-lomba menggelar perhelatan-
perhelatan yang mendukung G20 sebagai bagian dari semangat kita bersama yang mendukung suksesnya penyelenggaraan G20 di Indonesia. Saya mengharapkan dukungan yang aktif dalam pemulihan ekonomi Indonesia, karena penyelenggaraan event akan membuka peluang ekonomi dan ciptakan lapangan kerja,” ujar Sandiaga.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan
Presidensi G20 sangat penting untuk bisa mencapai perubahan dunia, terutama pemulihan
inklusif dan pertumbuhan ekonomi global yang lebih tanggap dan kuat. Dengan 400 acara
dan tersebar di 25 kota, Presidensi G20 ini diharapkan bisa menjadi kickstart dari sektor
pariwisata atau sektor MICE,” kata Airlangga.

Potensi PDB diperkirakan mencapai Rp7,4 triliun dan diharapkan ada 33.000 lapangan kerja
baru tercipta.

“Oleh karena itu saya tentu berharap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai
pengampu Tourism Working Group agar menjadi lokomotif terhadap pemulihan dari sektor
pariwisata terutama MICE,” kata Airlangga.

Di kesempatan yang sama turut hadir secara daring, Sekjen UNWTO Zurab Pololikashvili.
Ia mengucapkan selamat dan sukses kepada Indonesia yang menjadi Presidensi G20 tahun
2022.

Menurutnya koordinasi dan solidaritas adalah kunci penting bagi semua pihak, terutama negara-negara G20 untuk bersama-sama menuju masa depan. Terutama melewati masa- masa berat selama dua tahun kebelakang akibat pandemi COVID-19.

“Semangat dari G20 yang mengusung slogan ‘Recover Together, Recover Stronger’ sejalan
dengan semangat dari United Nations. UN sap untuk berkoordinasi dan berkolaborasi di semua level,” kata Zurab.


Salah satu yang harus diperkuat adalah dalam memperkuat transformasi digital. Dikatakannya hal ini sangat penting karena digitalisasi terbukti mampu mendorong kebangkitan sektor pariwisata.

“Termasuk bagaimana kita bersama mengatasi isu perubahan iklim,” kata Zurab.


Hal senada dikatakan Duta Besar Italia untuk Indonesia, Benedetto Latteri. Ia
menyampaikan selamat kepada Indonesia yang telah mengambil alih Presidensi G20
Tourism Working Group. Pandemi dikatakannya telah membuat banyak pihak sadar akan
pentingnya pariwisata bagi perkembangan ekonomi dan masyarakat.


Ia mengatakan, industri pariwisata dan komunitas lokal harus dapat mengambil kesempatan
yang ditawarkan oleh tren baru pengalaman wisata yang berkelanjutan.

“Saya yakin presidensi Indonesia akan mengarahkan aktivitas dari tourism working group
dalam cara yang paling efektif untuk mengatasi tantangan dan mengambil kesempatan
untuk mendorong kemakmuran, mendorong pembangunan bagi masyarakat kita, serta
mengkonsolidasi sektor pariwisata yang ramah lingkungan. Kami siap bekerja sama dalam
tugas ini dan saya ucapkan selamat dan sukses akan rencana kegiatan dari tourism working
Group,” ujar Benedetto Latteri.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil
Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo; Deputi Bidang
Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya;
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf/Baparekraf,
Rizki Handayani; serta Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan
Konservasi, Frans Teguh.

Kemenparekraf Akan Kick-Off ‘Tourism Working Group G-20 2022’, Wujud Simbol Kebangkitan Ekonomi

Jakarta, 11 Februari 2022 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif akan melakukan kick-off event Tourism Working Group G-20 2022
yang diselenggarakan pada 14 Februari 2022, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, sebagai
tanda dimulainya presidensi Indonesia dalam G20 Tourism Working Group (TWG).

Hal ini juga sebagai wujud simbol kebangkitan ekonomi dan kepulihan sektor pariwisata
dengan semakin terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.

Kick-off TWG akan diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Perwakilan Italia dan India
sebagai troika yaitu pemegang presidensi sebelum dan sesudah Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,
Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangannya, Jumat (11/2/2022), menyampaikan
Kemenparekraf telah mendapatkan kehormatan melaksanakan event skala internasional
sebagai leader pada Tourism Working Group (TWG) yang merupakan salah satu working
group dari Presidensi Indonesia pada KTT G-20 2022.

“Kick-off TWG G-20 ini sebagai penanda resmi dimulainya kerja dari Working Group Bidang
Pariwisata sebagai salah satu bagian yang tidak dapat terpisahkan dari Working Groups
lainnya di bawah Presidensi G-20 2022,” ujar Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan bahwa Kemenparekraf sebagai pengampu TWG akan
bertugas menjadi pemimpin untuk memicu kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi
kreatif yang merupakan sektor yang sangat terdampak oleh pandemi COVID-19.

“Ini adalah sebuah kesempatan luar biasa untuk menunjukkan kepada dunia Internasional
bahwa Indonesia dapat memimpin dunia dalam penyelesaian masalah Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Dunia melalui pengalaman atau best practices yang Indonesia telah
lakukan selama ini dalam menghadapi pandemi global,” ujar Sandiaga.

Dalam TWG G-20 2022, Kemenparekraf akan mencoba menyelesaikan masalah dan
menghadapi tantangan dengan berfokus pada 5 Line of Actions di antaranya,
Pengembangan Sumber Daya Manusia; Invoasi Melalui Digitalisasi; Pemberdayaan Perempuan dan Generasi Muda; Rehabilitasi, Konservasi dan Pemeliharaan Lingkungan; serta Investasi di Sektor Pariwisata dan Digital.

“Diharapkan dari apa yang dikerjakan dari TWG G-20 ini akan menghasilkan kesepakatan
bersama di antara negara-negara G-20 guna mengatasi tantangan yang ada secara
menyeluruh dengan mengedepankan kebersamaan dan sustainability,” ujarnya.

Sandiaga juga berharap bahwa TWG G-20 ini dapat menghasilkan sesuatu program konkrit
yang dapat dikerjasamakan antar negara yang bergabung dalam G-20.

“Harapan kami dari kick-off TWG ini menghasilkan sesuatu program yang konkrit
berdasarkan best practices dan dapat dikerjasamakan antar negara anggota sesuai dengan
arahan Presiden,” kata Sandiaga.

Indonesia memegang Presidensi pada G-20 setelah pada 2021 Presidensi dipegang oleh
Italia. Presidensi ini telah dimulai sejak 1 Desember 2021 dan akan berlanjut hingga 31
November 2022.

Tema yang diusung dalam KTT G-20 kali adalah “Recover Together, Recover Stronger” di
mana dalam hal ini Indonesia sebagai tuan rumah mengajak dunia untuk bangkit lebih baik
dari efek pandemi COVID-19 yang masih berlangsung secara bersama.

Dalam forum antarpemerintah 19 negara plus yang dibentuk pertama kali pada 1999 ini,
akan ada tiga topik utama yang diangkat diantaranya Arsitektur Kesehatan Global,
Transformasi Berbasis Digital, dan Transisi Energi. Tiga hal ini sesuai dengan keadaan dan
tantangan yang dunia sedang hadapi saat ini.



G20, Kemendikbudristek Perjuangkan Empat Agenda Prioritas Pendidikan

Jakarta, 9 Februari 2022 – Presidensi G20 Indonesia tahun ini mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger” atau “Pulih Bersama”. Tema tersebut terinspirasi dari salah satu nilai dasar bangsa Indonesia yang menjadi budaya, yaitu gotong royong. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, pandemi Covid-19 telah semakin menyadarkan kita akan pentingnya gotong royong yang dapat membantu kita untuk bersama-sama pulih dan bangkit.

Mendikbudristek juga mengajak semua pihak untuk bergotong royong agar bisa pulih dan bangkit bersama pascapandemi Covid-19 dan berpartisipasi dalam menyukseskan Presidensi G20 Indonesia. “Dengan semangat untuk pulih dan bangkit bersama, saya ingin mengajak semuanya untuk menguatkan gotong royong agar kita bisa menyuskeskan presidensi G20 Indonesia serta mewujudkan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya,” tutur Menteri Nadiem saat membuka “Kick Off G20 on Education and Culture”, di Jakarta, Rabu (9/2).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendilbudristek Iwan Syahril, selaku Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20 (Chair Education Working Group) mengatakan, negara-negara G20 perlu bahu-membahu untuk membantu dunia dalam mengatasi ketimpangan akses pendidikan yang berkualitas dalam pemulihan pascapandemi Covid-19.

Iwan menuturkan, ada empat agenda prioritas pendidikan yang akan diangkat Indonesia dalam Kelompok Kerja Pendidikan G20 atau G20 Education Working Group (EdWG). Salah satu agenda tersebut berkaitan erat dengan budaya gotong royong bangsa Indonesia, yaitu Solidaritas dan Kemitraan atau “Solidarity and Partnership”.

“Agenda ini berkaitan dengan kearifan budaya bangsa Indonesia yang tadi sudah disampaikan oleh Mendikbudristek, yaitu gotong royong. Kita ingin menawarkan kearifan budaya bangsa kita sebagai solusi dalam reimagining the future. Karena kita percaya, hanya dengan saling mendukung dan saling bekerja sama, kita bisa maju dan menyelesaikan persoalan-persoalan pendidikan global,” tutur Iwan.

Ketiga agenda prioritas lainnya yaitu Pendidikan Berkualitas untuk Semua atau Universal Quality Education. Teknologi Digital dalam Pendidikan atau Digital Technologies in Education, dan Masa Depan Dunia Kerja Pasca Covid-19 atau The Future of Work Post Covid-19.

Terkait agenda Pendidikan Berkualitas untuk Semua, Iwan menjelaskan, “Agenda yang kami dorong ini berangkat dari tantangan untuk mendorong pemerataan akses dan kualitas pendidikan di semua tingkatan, khususnya untuk kelompok-kelompok yang rentan dalam pemulihan pasca Covid-19,” tutur Iwan seraya menjelaskan bahwa agenda ini juga bentuk penegasan komitmen Indonesia untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi semua, sesuai dengan Sustainable Development Goal ke-4.

Agenda prioritas berikutnya, yakni Teknologi digital dalam Pendidikan, sambung Iwan, “Kemendikbudristek ingin menajamkan diskusi dan solusi tentang bagaimana teknologi digital bisa menjadi jawaban atas permasalahan akses, kualitas, dan keadilan sosial di bidang pendidikan.”

Mengenai agenda Masa Depan Dunia Kerja Pasca Pandemi Covid-19, Kemendikbudristek berpandangan bahwa kebutuhan dunia kerja pasca pandemi Covid-19 mengalami perubahan. “Dunia harus kembali me-reimajinasi mengenai bagaimana pendidikan dapat menjawab tantangan-tantangan dunia di masa mendatang,” jelas Iwan.

Presidensi Indonesia dalam G20 merupakan hal yang penting karena Indonesia sedang memegang estafet kepemimpinan dalam forum kerja sama 19 negara dan Uni Eropa, sehingga Kemendikbudristek mengajak semua pihak agar bisa berkolaborasi dan saling menguatkan untuk pulih bersama pascapandemi Covid-19.

“Dalam presidensi ini Indonesia akan menunjukkan bahwa budaya gotong royong akan menjadi inspirasi bagi dunia untuk terus bersama-sama pulih dari pandemi, melangkah ke depan, menata kembali dunia yang lebih baik. Mari kita melangkah seiring sejalan, terutama dalam menuntaskan isu-isu prioritas yang saling berkaitan,” pungkas Iwan Syahril.

Mendikbudristek: Jadikan ‘Recover Together, Recover Stronger’ Aksi Nyata yang Bermakna

Jakarta, 9 Februari 2022 – Hari ini Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengumumkan agenda prioritas bidang pendidikan dan kebudayaan yang akan didorong pemerintah Indonesia, melalui kepemimpinan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada perhelatan G20.

Mendikbudristek pada acara pengumuman bertajuk ‘Kick Off G20 on Education and Culture’ yang tayang melalui kanal YouTube KEMENDIKBUD RI mengatakan, “Presidensi G20 Indonesia yang diterima Bapak Presiden Joko Widodo pada Desember 2021 adalah sangat tepat, karena kita di Indonesia, dan semua negara di dunia saat ini sedang berupaya bangkit dari pandemi Covid-19.”

Menteri Nadiem melanjutkan bahwa momentum kepemimpinan ini dinilai tepat karena pada saat seperti inilah Indonesia dapat menunjukkan karakter bangsa yang luar biasa. “Salah satu nilai dasar dari bangsa kita, yakni gotong royong, semakin penting untuk membantu kita dan dunia untuk pulih dan bangkit,” jelas Nadiem.

Terkait agenda prioritas bidang pendidikan, Mendikbudristek menyampaikan sejumlah terobosan Merdeka Belajar akan diperkenalkan kepada dunia sebagai praktik baik dan contoh untuk direplikasi oleh negara-negara lain di dunia. Mendikbudristek berharap Indonesia dapat menginspirasi negara-negara maju dan berkembang, sekaligus mendapatkan kemitraan yang bermanfaat.

“Ada empat agenda prioritas bidang pendidikan yang akan kami perjuangkan sebagai pimpinan Kelompok Kerja Pendidikan G20, dan nanti ketika pertemuan puncak dengan menteri-menteri pendidikan. Pertama, Pendidikan Universal yang Berkualitas. Kedua, Teknologi Digital untuk Pendidikan. Ketiga, Solidaritas dan Kemitraan. Keempat, Masa Depan Dunia Kerja Pasca Covid-19,” terang Mendikbudristek.

Pada bidang kebudayaan, Menteri Nadiem mengatakan, “Indonesia mengajak dunia untuk mendorong praktik-praktik hidup berkelanjutan berbasis budaya dan tercetusnya konsensus global untuk mencapai hal tersebut. Akan ada Konferensi Seni dan Budaya untuk Pemulihan dan pertemuan puncak dengan menteri-menteri kebudayaan di kawasan Candi Borobudur yang menjadi kebanggaan kita bersama.”

Pada akhir sambutannya, Mendikbudristek mengajak para warga dan pemimpin dunia untuk menghasilkan aksi yang nyata dan bermakna. “Mari wujudkan tema G20 ‘Recover Together, Recover Stronger’ jadi aksi nyata dan bermakna. Dengan semangat untuk pulih dan bangkit bersama, saya ingin mengajak semuanya untuk menguatkan gotong royong agar kita bisa menyukseskan presidensi G20 Indonesia, serta mewujudkan Merdeka Belajar, Merdeka Berbudaya.”

Mendikbudristek meresmikan G20 di bidang pendidikan dan kebudayaan dengan mencabut gunungan. Dalam pewayangan, gunungan menggambarkan kehidupan di alam semesta. Pencabutan gunungan merupakan lambang pergantian lakon, di mana manusia berjuang dan berusaha mengubah jalan hidupnya. Gunungan dalam logo G20 merepresentasi semangat dan optimisme masyarakat Indonesia, khususnya untuk bangkit dari pandemi dan segera memasuki babak baru kehidupan.