Indonesia Bahas Tantangan SDGs dan UMKM di 2nd DWG Side Event

Yogyakarta, 23 Mei 2022 – Sebagai bagian penting dari Presidensi G20 Indonesia 2022, Kementerian PPN/Bappenas menggelar 2nd Development Working Group (DWG) Meeting di Yogyakarta pada 24-25 Mei 2022. Agenda tersebut didahului 2nd DWG Side Event pada 23 Mei 2022 yang diselenggarakan bersama dengan dengan Islamic Development Bank (IsDB) dan United Nations Development Programme (UNDP), yang salah satunya membahas cara meningkatkan produktivitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan sektor informal lainnya untuk bangkit dari pandemi Covid-19.  Indonesia mempertahankan pendekatan berkelanjutan dalam setiap skema pertumbuhan pembangunan, yang juga krusial untuk meraih efektivitas pembangunan. “Pemerintah Indonesia telah memprioritaskan prinsip berkelanjutan dalam setiap rencana pembangunan, dengan menerapkan kolaborasi dan inklusivitas untuk memastikan tercapainya prinsip no one is left behind,” tutur Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati, Senin (23/5).

Sementara itu, Direktur Pendanaan Multilateral Kementerian PPN/Bappenas selaku Co-Chair of G20 DWG Raden Siliwanti membuka G20 DWG Side Event dengan menekankan pentingnya penguatan UMKM untuk pemulihan ekonomi. Siliwanti menegaskan signifikansi UMKM di Indonesia, yang mencakup 99 persen dari total pelaku bisnis nasional. “Penguatan UMKM menjadi salah satu isu prioritas DWG, karena faktanya, UMKM menjadi pendorong utama ekonomi Indonesia. Melalui DWG, kami membidik pembelajaran atas pandemi Covid-19, bagaimana intervensi kebijakan publik yang responsif dapat secara aktif mendukung UMKM, “ ujar Siliwanti.

Agar UMKM berkembang, faktor yang harus diperhatikan adalah kebijakan pendukung, intervensi pemerintah, reorganisasi sistem, hingga transformasi digital. Direktur Pengembangan      UKM dan Koperasi Kementerian PPN/Bappenas, Ahmad Dading Gunadi memaparkan, bahkan sebelum pandemi Covid-19, sektor UMKM Indonesia menghadapi sejumlah tantangan mendasar, meski menjadi bagian besar dalam lanskap bisnis nasional. Tantangan tersebut meliputi penyediaan basis data UMKM terintegrasi yang belum dimiliki institusi dan kementerian, baik di tingkat lokal maupun nasional. Tantangan lainnya, memaksimalkan kerja sama UMKM dengan perusahaan besar, meningkatkan kontribusi ekspor, hingga memperluas akses ke institusi finansial, dan mendorong digitalisasi.

“Setiap masalah ini, sedang dan akan ditangani pemerintah Indonesia. Kami memiliki target dalam lima tahun ke depan, mulai 2021, masalah-masalah ini akan terselesaikan, sebagian juga sudah teratasi. Misalnya, Kementerian Koperasi dan UKM telah memberikan subsidi kredit, relaksasi pajak, dan restrukturisasi kredit untuk UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 di 2021,” ujar Dading. Strategi lainnya yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah, di 2021 lalu, menerbitkan regulasi yang mewajibkan institusi pemerintahan untuk memastikan setidaknya 40 persen dari pengadaan barang dan jasa berasal dari bisnis lokal.

2nd DWG Side Event terbagi atas dua sesi. Pertama, Side Event 1: “Strengthening MSMEs Productivity, Competitiveness, and Resilience in Facing Future Shocks Post COVID-19 Pandemics in Developing Countries, LDCs and SIDS”, meliputi Session 1: Responsive Policy Interventions Supporting MSMEs During Pandemics: Lessons Learned from COVID-19 Crisis yang dihadiri Chief Editor UKMIndonesia.id – LPEM FEB UI Dewi Meisari, Direktur Pengembangan UKM dan Komperasi Ahmad Dading Gunadi, Head of Secretariat Women Entrepreneurs Finance Initiative  Wendy Teleki, Manager Global Programme on Business for Gender Equality of UNDP Diana Gutiérrez, dan Head of IsDB Center of Excellence Malaysia Mohamed Abida.

Session 2: Preparing MSMEs for the Digital Economy and solutions for transitioning MSMEs to adapt to and tap into Industry 4.0 menghadirkan Chief Editor UKMIndonesia.id – LPEM FEB UI Dewi Meisari, Lecturer of Economics of University of West Indies Barbados Antonio Alleyne, Principal Secretary, Industries & Commerce and Information Technology (Government of Telangana, India) Jayesh Ranjan, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Fintech Aria Widyanto, Chief Division of Innovation and Digitalization at UNIDO Marco Kamiya. Kedua sesi tersebut dimoderatori Diana Octary, Advisory Project Lead, ASYX Holdings Pte. Ltd. Side Event 2: “Scale-up Blended Finance and Private Finance to Reach the Last Mile” menghadirkan Director PT SMI – SDG Indonesia One Faaris Pranawa, Special Adviser to the President on Finance and the Economy Nigeria Sarah Alade, Senior Counselor & Head of Financing for Sustainable Development Division of the OECD Development Co-operation Directorate Haje Schutte, SDG Finance Specialist, Finance Sector Hub UNDP Tim Strawson, Country Strategy and Market Integration Manager Islamic Development Bank Syed Husain Quadri, Chief of Product Officer Asian Venture Philanthropy Network Tristan Ace, President United in Diversity Tantowi Yahya. Sesi pamungkas 2nd DWG Side Event tersebut dimoderatori Koordinator Tim Ahli Sekretariat SDGs Indonesia Yanuar Nugroho.

Tags: No tags

Comments are closed.