Pertemuan Ketiga Infrastructure Working Group (IWG) Upayakan Pembangunan Infrastruktur Digital secara Global

Dari Kiri Ke Kanan : Rahmatullah Sjamsudin, Presidency Co-Chair Indonesia ; Brahmantio Isdijoso, Presidency Co-Chair Indonesia ; Christina Garbin, Australia Co-Chair ; Marco Rocha, Brazil Co-Chair

Bali, 10 Juni 2022   Pertemuan kelompok kerja infrastruktur G20 yang tergabung dalam Infrastructure Working Group (IWG) kembali digelar pada tanggal 9 – 10 Juni 2022 untuk melanjutkan pembahasan agenda G20 di bidang infrastruktur. Pertemuan yang ketiga (3rd IWG) ini dilaksanakan secara hybrid di Nusa Dua, Bali, dan dihadiri langsung oleh beberapa delegasi negara anggota dan organisasi internasional. Delegasi lainnya mengikuti pembahasan secara virtual.

Pertemuan yang digelar selama 2 (dua) hari ini dilaksanakan untuk memberikan update perkembangan penyelesaian deliverables dan mendengarkan masukan lebih lanjut dari negara anggota. Pada kesempatan ini, co-chairs dari Australia, Brazil, maupun Presidensi Indonesia mengapresiasi kerja sama yang baik dengan organisasi internasional serta masukan yang telah diberikan oleh negara anggota dalam penyelesaian deliverables dari 6 (enam) agenda IWG.

Hari pertama 3rd IWG difokuskan pada pembahasan 3 (tiga) agenda, yaitu investasi infrastruktur berkelanjutan, inklusi sosial dan kesenjangan daerah, serta infrastruktur transformatif pasca pandemi. Beberapa report (laporan) sebagai pendukung penyelesaian deliverables telah selesai dan dipaparkan oleh organisasi internasional, diantaranya Report on Advancing The Environment and Data for Sustainable Infrastructure Financing oleh OECD dan Report on Infrastructure Transition Pathways oleh GI Hub, yang mendukung agenda IWG terkait investasi infrastruktur berkelanjutan.

Selain pemaparan perkembangan deliverables, pada pertemuan hari pertama perwakilan Swiss turut berbagi pengalaman dalam pengembangan salah satu proyek infrastruktur berkelanjutan. Indonesia yang diwakili oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) juga berkesempatan memberikan pemaparan dalam mengatasi kesenjangan daerah (sub nasional) melalui pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Pada hari pertama diselenggarakan pula High-Level Seminar on Digital Infrastructure: Closing the Digital Divide, hasil kerja sama Presidensi dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), yang menghadirkan profesor ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) – Dr. Daron Acemoglu, serta narasumber dari beberapa negara, organisasi internasional, dan swasta. Sejalan dengan agenda IWG mengenai pembangunan infrastruktur digital, seminar tersebut membahas mengenai permasalahan kesenjangan digital, khususnya dari aspek regulasi, peran sektor publik dan swasta, serta struktur pembiayaan yang inovatif dalam pengembangan infrastruktur digital.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam pembukaan seminar menyampaikan peran G20 dalam meningkatkan infrastruktur digital secara global untuk memfasilitasi transformasi digital. “Beberapa tantangan dalam meningkatkan infrastruktur digital, yaitu bagaimana mengembangkan skema pembiayaan publik/swasta yang terpadu dan inovatif serta memastikan lingkungan domestik yang mendukung dan kerangka keuangan yang menarik investasi,” tambah Menkeu. Oleh karena itu melalui seminar ini dibahas bersama bagaimana mengatasi tantangan tersebut untuk meningkatkan infrastruktur digital secara global dalam rangka memastikan pemulihan global yang inklusif.

Rangkaian pertemuan 3rd IWG di hari kedua dilanjutkan pembahasan 3 (tiga) agenda lainnya, yaitu indikator Quality Infrastructure Investment (QII), infrastruktur digital dan InfraTech, dan tata kelola GI Hub. Seluruh deliverables ditargetkan untuk dapat selesai pada September 2022. Khusus untuk indikator QII dan InfraTech, diharapkan dapat segera difinalisasi dan mendapatkan endorsement pada pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) di bulan Juli 2022.

Tags: No tags

Comments are closed.