JALUR SHERPA

Melalui jalur sherpa, 11 kelompok kerja, 1 kelompok inisiatif, dan 10 pertemuan tingkat non-pemerintah bertemu untuk membahas dan memberikan rekomendasi agenda dan prioritas G20.


WORKING GROUPS

Sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan G20, Kelompok Kerja, yang terdiri dari para ahli dan kementerian terkait untuk setiap agenda prioritas, bertanggung jawab untuk memimpin analisis mendalam tentang berbagai masalah internasional yang relevan.

  • Agrikultur
  • Ekonomi Digital
  • Pendidikan
  • Ketenagakerjaan
  • Pariwisata
  • Pembangunan

AGRIKULTUR

Kelompok Deputi Pertanian G20 dibentuk pada tahun 2011 untuk mendukung persiapan Pertemuan Menteri Pertanian. Forum ini telah menjadi forum penting untuk memperkuat kerjasama pada isu-isu ketahanan pangan global, gizi, keberlanjutan dan ketahanan sistem pertanian dan pangan, dan untuk mempromosikan pembangunan pertanian berkelanjutan.

EKONOMI DIGITAL

Gugus Tugas Ekonomi Digital, yang dibentuk pada tahun 2016, berfungsi untuk mendukung kerja para Menteri yang memiliki kompetensi pada isu-isu yang terkait dengan ekonomi digital dan menyoroti peran sentral transformasi digital dalam konteks pertumbuhan ekonomi dan sosial yang lebih luas.

PENDIDIKAN

Kelompok kerja pendidikan bertujuan untuk mengkaji isu-isu untuk memfasilitasi terpenuhinya hak atas pendidikan dan pencapaian pendidikan tinggi di negara-negara G20.

KETENAGAKERJAAN

Mandat dari kelompok kelompok kerja untuk ketenagakerjaan yang dibentuk pada tahun 2014, adalah untuk menangani isu-isu prioritas yang terkait dengan ketenagakerjaan. Kelompok ini bertugas untuk menyusun pedoman bersama yang bertujuan untuk mempromosikan lapangan pekerjaan, meningkatkan kondisi kerja dan memicu lingkungan ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif. Untuk tujuan ini, kelompok kerja ini juga mempromosikan tanggung jawab bersama antara para pemangku kepentingan dan mengembangkan prinsip-prinsip dan metodologi kebijakan yang bertujuan untuk memastikan implementasi kebijakan dan program yang efektif. Kelompok kerja ini juga menyusun rekomendasinya dengan mengacu pada studi teknis oleh ILO dan OECD dan melibatkan B20 (pemberi kerja), L20 (pekerja), W20 (perempuan) dan Y20 (kaum muda) dalam kegiatannya.

PARIWISATA

Kelompok Kerja Pariwisata dibentuk pada tahun 2020 sebagai bentuk pengakuan akan peran kunci sektor ini di dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global, penciptaan lapangan kerja, pelestarian sumber daya alam dan budaya, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam konteks krisis yang ditimbulkan oleh COVID-19 saat ini, kelompok kerja ini akan memfokuskan kegiatannya pada koordinasi dan berbagi informasi terkait kebijakan dan langkah-langkah yang akan diambil untuk pemulihan cepat pariwisata internasional.

PEMBANGUNAN

Development Working Group (DWG) dibentuk pada tahun 2010. Kelompok kerja ini telah menjadi forum penting untuk membahas berbagai masalah yang secara langsung mempengaruhi negara-negara berkembang, terutama negara-negara berpenghasilan rendah. Pada tahun 2016, G20 mempercayakan DWG untuk mengkoordinasikan dan memantau kebijakan di semua negara G20 terkait dengan agenda SDGs. 

Untuk informasi selengkapnya mengenai Development Working Group silakan kunjungi laman https://dwgg20.org/

  • Transisi Energi
  • Lingkungan dan Keberlanjutan Iklim
  • Perdagangan, Investasi, dan Industri
  • Anti-Korupsi
  • Kesehatan
  • Joint Finance and Health Task Force (JFHTF)
  • Inisiatif EMPOWER dan Pemberdayaan Perempuan

TRANSISI ENERGI

Anggota G20 menyumbang sekitar 75% dari permintaan energi global dan karenanya memegang tanggung jawab yang besar dan peran strategis dalam mendorong energi yang lebih bersih untuk masa depan. Kelompok Kerja Transisi Energi memfokuskan pekerjaannya pada keamanan energi, akses dan efisiensi dan transisi ke sistem energi yang lebih rendah karbon termasuk investasi dan inovasi dalam teknologi yang lebih bersih dan lebih efisien.

LINGKUNGAN DAN KEBERLANJUTAN IKLIM

The Environment and Climate Sustainability Working Group memfokuskan tujuannya pada model inklusif untuk percepatan transisi energi, ekonomi hijau, dan keberlanjutan lingkungan. Untuk mencapai tujuan ini, kelompok kerja ini tidak hanya akan memanfaatkan sumber daya publik nasional, tetapi juga pada arus keuangan global yang secara progresif selaras untuk mendukung tujuan Perjanjian Paris. Adaptasi perubahan iklim, ketahanan dan solusi berbasis alam juga merupakan elemen utama dari pendekatan ini. Ini bertujuan untuk menggabungkan pengurangan emisi dan adaptasi, memerangi hilangnya keanekaragaman hayati, meningkatkan kualitas udara dan meningkatkan efisiensi energi di gedung-gedung dengan dampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan manusia.

PERDAGANGAN, INVESTASI, DAN INDUSTRI

Kelompok Kerja Perdagangan, Investasi, dan Industri G20 didirikan pada tahun 2016. Kelompok ini membahas isu-isu utama yang terkait dengan perdagangan dan investasi dan berusaha untuk mengkoordinasikan kebijakan negara-negara G20 untuk memperkuat perdagangan dan investasi di seluruh dunia.

ANTI-KORUPSI

Kelompok Kerja Anti-Korupsi bertugas untuk menetapkan standar minimum bersama di antara sistem hukum negara-negara G20, sebagai sarana untuk mencegah dan memerangi korupsi. Grup ini memiliki komposisi yang bervariasi dan multidisiplin.

KESEHATAN

Ancaman kesehatan secara langsung terkait dengan salah satu tujuan utama G20: memastikan stabilitas dan kemakmuran ekonomi.

The Joint Finance and Health Task Force (JFHTF)

Joint Finance and Health Task Force (JFHTF) adalah satuan kerja yang terdiri dari pejabat keuangan dan kesehatan, yang bertujuan untuk meningkatkan dialog dan kerja sama global tentang isu-isu yang berkaitan dengan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi, mempromosikan pertukaran pengalaman dan praktik terbaik, memperkuat koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Kesehatan, mempromosikan tindakan kolektif, mengkaji dan menangani keadaan darurat kesehatan lintas negara, dan mendorong pengelolaan sumber daya yang efektif untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi dengan menggunakan pendekatan One Health.

INISIATIF EMPOWER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Aliansi G20 untuk Pemberdayaan dan Kemajuan Representasi Ekonomi Perempuan (G20 EMPOWER) bertujuan untuk mempercepat terwujudnya pemberdayaan perempuan di sektor swasta. Inklusivitas dan berorientasi aksi serta model kemitraannya yang unik, merupakan identitas utama dari G20 EMPOWER. Hal ini terlihat dari anggotanya yang menyatukan lebih dari 60 pemimpin bisnis dan perwakilan pemerintah. Diluncurkan pada KTT G20 2019 di Jepang dan didirikan selama keketuaan Saudi Arabia, G20 EMPOWER mencakup, hingga saat ini, 28 Anggota, termasuk G20 dan negara-negara tamu serta Uni Eropa.


ENGAGEMENT GROUPS

Sebagai bagian dari komitmen anggota G20 untuk berkonsultasi dengan komunitas pemangku kepentingan yang relevan, Engagement Group diselenggarakan untuk memfasilitasi dialog dengan perwakilan non-pemerintah dari setiap anggota G20. Kelompok-kelompok ini sering menyusun rekomendasi kepada pemerintah G20 yang diperhitungkan oleh dan berkontribusi pada proses pembuatan kebijakan G20.

BUSINESS 20

The Business 20 (B20) adalah representasi suara bisnis dari negara-negara anggota G20. Didirikan pada tahun 2010, B20 adalah Engagement Group pertama G20 dan berfungsi untuk memberikan rekomendasi kebijakan praktis dari sudut pandang bisnis kepada G20. Melalui kolaborasi antara bisnis dan pembuat kebijakan, B20 telah membantu para pemimpin G20 untuk membuat keputusan politik berdasarkan kebutuhan aktual dan solusi global.

CIVIL 20

Civil 20 (C20) adalah wadah organisasi masyarakat sipil dari seluruh dunia untuk terlibat dengan para pemerintah di G20 dalam menghadapi isu-isu krusial di dunia saat ini. C20 menyatukan masyarakat sipil dengan jangkauan melebihi jaringan negara-negara G20. C20 berperan sebagai penghubung antara masyarakat sipil dengan para pembuat kebijakan di G20, agar suara masyarakat dapat tersampaikan secara lebih efektif dan menjadikan Pertemuan G20 bersifat lebih inklusif.

C20 diselenggarakan dalam Kelompok Kerja tematik dengan dua co-fasilitator, satu dari negara tuan rumah dan satu dari masyarakat sipil internasional.

SCIENCE 20

Didirikan pada tahun 2017, S20 adalah salah satu Engagement Group termuda di G20. S20 mendukung G20 dengan mendorong dialog di antara komunitas ilmiah dengan para pembuat kebijakan di negara-negara G20. S20 dipimpin oleh akademi sains nasional dari negara yang memegang keketuaan G20. Tujuan inti dari S20 adalah untuk memberikan rekomendasi berbasis konsensus kepada pembuat kebijakan untuk topik-topik kebijakan pilihan. Rekomendasi berbasis sains ini dirumuskan melalui gugus tugas yang terdiri dari para ahli internasional. Untuk mendukung dan membimbing gugus tugas, seorang sherpa juga ditunjuk. Sebagaimana dengan G20, kesekretariatan S20 bersifat tidak tetap dan beroperasi sebagai forum dan bukan sebagai organisasi.

THINK 20

Think20 (T20) adalah kelompok keterlibatan resmi G20, menyatukan lembaga kajian (think tank) dan pusat penelitian terkemuka di seluruh dunia. T20 berfungsi sebagai 'bank ide' bagi para pembuat kebijakan pada pertemuan G20 dan bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan berbasis penelitian kepada para pemimpin G20.

LABOR 20

Labour 20 (L20) merupakan engagement group yang diisi oleh perwakilan pemimpin serikat pekerja dari negara-negara G20, mewakili jutaan pekerja di seluruh dunia. L20 berkontribusi pada pekerjaan G20 dengan memberikan analisis dan rekomendasi kebijakan terkait dengan isu ketenagakerjaan. Kesekretariatan L20 dikoordinasikan oleh Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) dan Komite Penasihat Serikat Buruh untuk OECD (TUAC) bekerja sama dengan konfederasi serikat pekerja di negara tuan rumah.

WOMEN 20

Women20 (W20) adalah salah satu engagement group G20 resmi yang terdiri dari jaringan organisasi-organisasi perempuan transnasional, asosiasi pengusaha perempuan dan kelompok kajian (think tank), yang didirikan pada tahun 2015. Tujuan utama W20 adalah untuk mempromosikan komitmen-komitmen G20 yang mengikutsertakan isu-isu pembangunan perempuan, kesetaraan gender, pertumbuhan inklusif, dan kerja sama perempuan di sektor ekonomi internasional.

URBAN 20

Urban 20 (U20) diluncurkan pada tahun 2017 untuk memberikan ruang bagi pemerintah kota untuk terlibat di dalam forum G20. Forum ini bertujuan untuk memfasilitasi keterlibatan yang berkelanjutan di antara G20 dan pemerintah kota, mengangkat profil masalah perkotaan dalam agenda G20, dan membentuk forum bagi pemerintah kota untuk mengembangkan pesan dan perspektif kolektif di dalam negosiasi G20. U20 berfokus pada isu-isu perubahan iklim dan Sustainable Development Goals. U20 dikoordinasikan oleh C40 Cities dan United Cities and Local Governments (UCLG).

YOUTH 20

Youth 20 (Y20) adalah engagement group yang mengumpulkan perwakilan pemuda dari negara-negara G20 dan merupakan platform yang memungkinkan kaum muda untuk mengekspresikan visi dan ide mereka kepada Kepala Negara dan Pemerintahan G20. Y20 menyediakan platform bagi kaum muda untuk berdialog, bernegosiasi, dan menghasilkan solusi terkait masalah-masalah paling mendesak di dunia. Setiap tahunnya, Y20 menyerahkan rekomendasi kebijakan kepada kepala negara dan kepala pemerintahan G20 melalui dokumen yang disebut Communique Y20.

PARLIAMENT 20

The G20 Parliament Speakers Summit atau juga dikenal sebagai Parliamentary 20 (P20), adalah forum yang dihadiri oleh para ketua parlemen negara-negara G20 dan bertujuan untuk membawa dimensi parlementer di dalam tata kelola pemerintahan global, meningkatkan kesadaran dan membangun dukungan politik untuk komitmen internasional dan membantu memastikan bahwa ini diterjemahkan secara efektif ke dalam realitas nasional.

SUPREME AUDIT INSTITUTIONS 20

Supreme Audit Institutions (SAI20) adalah engagement group terbaru yang menyediakan forum bagi lembaga audit nasional dari negara-negara G20 untuk mempromosikan kerja sama dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas di antara negara-negara G20.